Kamis, 11 Agustus 2022, Kepala Bidang Distribusi Pangan beserta Analis Ketahanan Pangan melaksanakan Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Nagari Mandiri Pangan di Aula Pertemuan Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten ini yaitu untuk evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Nagari Mandiri Pangan yang telah menerima bibit tanaman semenjak tahun 2017 dan tahun 2019. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Tani penerima bantuan bibit tanamanan dari 9 kelompok tani, masing-masing :
1. Bakung mekar, Nagari Gurun Panjang Utara
2. Kobaya Maju Bersama, Nagari Koto Baru Koto Berapak
3. Saiyo Mandiri, Nagari sungai tunu utara
4. Sawah tangah, Nagari sungai tunu utara
5. Sianok sepakat, Nagari koto nan tigo Surantih
6. Bukit batu balai lubuak batu, Nagari aur duri surantih
7. Timbulun, Nagari taratak
8. Saiyo Kampung akat, Nagari Kambang Utara
9. Batu carano, Nagari Limau gadang lumpo
Hasil dari kegiatan pemberian bibit pada tahun 2019 melalui anggaran APBD Propinsi dan CSR Bank Nagari pada kelompok, terdata hasil sebagai berikut :
a. Batu carano APBD bibit pokat 152 batang, manggis 400 batang, sedangkan CSR pokat 150 batang, manggis 400 batang, bibit yang diberikan hampir 95% tumbuh dan sudah mulai menghasilkan.
b. Timbulun dengan APBD durian sebanyak 283 batang, manggis 300 batang, namun hanyan 50% saja yang tumbuh, dan hasil buahpun tidak sesuai dengan harapan, hal ini diperkirakan kondisi lahan yang tidak sesuai dengan jenin bibit.
c. Tanjung sejati, dengan bantuan manggis 3400 batang, hanya sebagian bibit yang tertanam dikarenakan lahan, dan sudah tumbuh subur
d. Tunas Kandung sejati, durian sebanyak 325, tumbuh dengan subur tapi belum berbuah
e. Tunas baru, manggis 290 batang, tumbuh dengan subur semasa ditanam oleh kelompok penerima.
Setelah di evaluasi, pada dasarnya inti dari Nagari Mandiri Pangan ini :
1. Kondisi terpenuhinyan pangan bagi nagari sampai individu, yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup (baik jumlah maupun mutunya) aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta sesuai dengan keyakinan, dan budaya untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan
2. Strategi Peningkatan Ketahanan pangan, dengan pendekatan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang
3. Upaya pengentasan daerah rawan pangan dan stunting
4. Pengembangan, pengawasan, dan pembinaan nagari mandiri pangan, dengan strategi membangun ekonomi berbasis pengembangan komoditi dan pemenuhan pangan bagi kelompok masyarakat.
Penulis: admin2
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.