Monitoring terhadap usaha perikanan tangkap perlu terus dilakukan agar keberlanjutan usaha perikanan tangkap oleh pelaku usaha di Kab.Pessel tetap berlanjut sehingga dapat menjaga perekonomian masyarakat nelayan.
Monitoring itu dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Peikanan Kab.Pessel, Andi Syafinal,S.Pi., M,Si (08/05) terkait dari permintaan kebutuhan Koperasi pada Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat berupa sarana dan prasarana seperti cool box.
"Agar keberlanjutan usaha perikanan tangkap berjalan sebagaimana diharapkan di Pessel, maka monitoring kepada pelaku usaha perikanan tangkap, diminta agar selalu dilakukan mengingat hasil tangkapan oleh pelaku usaha ini sangat bagus yaitu ±4 kapal bongkar dengan hasil tangkapan 4-6 ton/hari, karena untuk menjaga stabilitas suatu usaha tentu didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana," katanya.
Ditambahkanya bahwa permasalahan oleh pelaku usaha perikanan tangkap selain dari kurangnya sapras yaitu juga sulitnya pengurusan dokumen - dokumen kapal oleh KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), sehingga membuat pelaku usaha perikanan tangkap membutuhkan waktu lama dalam pengurusan yang akhirnya berdampak kepada efektifitas dan efsiensi usaha mereka.
" Sebab jika permasalahan ini terus berlanjut akan membuat kesulitan bagi pelaku usaha perikanan tangkap di Kab.Pessel dengan mengingat penindakan yang dilakukan apabila dokumen – dokumen kapal tidak lengkap ataupun tidak sesuai sangat tegas dilakukan oleh aparat berwenang di perairan ," ujarnya.
Dari itu dia berharap agar kiranya KSOP memudahkan pengurusan dokumen – dokumen kapal bagi masyarakat nelayan ini mengingat usaha perikanan tangkap ini merupakan mata pencarian utama jika dalam pengurusan dokumen ini menjadi kendala pertama dalam menjalankan usaha sementara pelaku usaha sangat berkeinginan mengurus dokumen tersebut sampai dengan selesai agar usaha mereka berjalan dengan baik.
Pelaku usaha perikanan tangkap sangat berharap agar dalam pengurusan dokumen - dokumen kapal tidak lagi menjadi kendala oleh KSOP
" Dengan dilakukannya monitoring kepada pelaku usaha perikanan tangkap, dapat kiranya diketahui kekurangan maupun permasalah yang menjadi alasan dalam keberlanjutan usaha suatu koperasi sehingga nantinya kita dapat carikan solusi yang tepat," tutupnya.
Penulis: DINAS PERIKANAN DAN PANGAN
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.