Kamis, 26 Januari 2023, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kab. Pesisir Selatan Menghadiri Undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provini Sumatera Barat Dalam rangka Diskusi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus ditetapkan sebagai “Sentra Tuna Indonesia Bagian Barat” telah memiliki fasilitas pendaratan tuna yang lengkap. Keberhasilan pembangunan pelabuhan perikanan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan dalam proses pembangunan fisik saja, namun hal yang paling penting adalah pemanfaatannya yang memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah atau wilayah. Dampak positif tersebut akan meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya nelayan. Pengoptimalan pemanfaatan pelabuhan perikanan masih menimbulkan permasalahan pada aspek sumberdaya manusia dan kelembagaan, aspek pelayanan, dan aspek fasilitas. Permasalahan dalam aspek sumberdaya manusia dan kelembagaan di PPS Bungus masih lemahnya hubungan kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat sehingga investasi untuk perikanan tuna masih sangat kurang di Sumatera Barat. Rendahnya frekuensi kedatangan kapal tuna juga di akibatkan karena dampak dari kebijakan pangkalan pendaratan ikan. Fasilitas pelabuhan yang belum optimal dimanfaatkaan yaitu ketersediaan lahan pelabuhan yang masih kosong untuk industri perikanan. Pelabuhan perikanan pada dasarnya digunakan untuk tambat labuh kapal perikanan yang membongkar hasil tangkapannya selama melaut. Pembangunan pelabuhan perikanan merupakan salah satu unsur penting dalam peningkatan infrastruktur perikanan dan bagian dari sistem perikanan tangkap. Keberadaan pelabuhan perikanan akan mendorong aktivitas perikanan tangkap lebih teratur dan terarah.
Penulis: DINAS PERIKANAN DAN PANGAN
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.