Rabu, 03 Agustus 2022, Mewakili Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan (KKP), Analis Ketahanan Pangan Yulia Novita, S.K.M beserta staf mengikuti Pelatihan Bimbingan teknis Analisis Konsumsi Pangan Berbasis PPH yang dibuka secara lansung oleh Kepala Dinas Pangan Propinsi Sumatera Barat Ir. Efendi, MP. Bimbingan teknis ini dengan narasumber Sdri Anggit Gandita, SP., M.Si. Bi,mbingan Teknis ini di hadiri oleh seluruh Kabupaten/Kota se Sumatera Barat.
Pola Pangan Harapan "PPH" didefenisikan dengan beragam pangan berdasarkan proporsi keseimbangan energi dari 9 kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi ddaya ketersediaan pangan, ekonomi, budaya, dan agama.
Berdasrkan Pemanfaatan Data Susenas Modul Konsumsi merupakan salah satu Indikator untuk Mendukung Kebijakan Ketahanan Pangan. Skor Pola Pangan Harapan "PPH" adalah Indikato Penentu untuk RPJMD Kabupaten/Kota. Pola Pangan Harapan "PPH" dalam artian Makro, dengan B2SA artian Mikro'nya dengan tujuan yang sama yaitu peningkatan gizi masyarakat. Dalam perhitungan skor Pola Pangan Harapan dengan pemanfaatan Data Susesnas,. Data susenas ini didapatkan dengan 2 cara perhitungan, yaitu dengan primer dan sekunder.
Setelah dilakukan perhitungan dengan aplikasi PPH didaptkan skor PPH pada kebanyakan Kabupaten/kota turun dari tahun lalu, termasuk skor PPH pada Kabupaten Pesisir Selatan yang ditahun 81,7, sedangkan ditahun sekarang 80.4. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti pandemi dan krisis.
Penulis: admin2
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.